MalukuSport-Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK) terus maju seiring dengan perkembangan zaman dan telah masuk ke seluruh bidang tak terkecuali bidang olahraga.Olehnya, ini tentu sangat berdampak positif bagi pekembangan olahraga terkhusus di Maluku.
Hal ini dikatakan, Minsen Tenine salah satu mantan atlet,kepada MalukuSport,di Ambon belum lama ini.
Menurutnya,dalam pengembangan dan pembinaan olahraga peran IPTEK sangatlah krusial misalnya dalam merumuskan program latihan jangka pendek, menengah dan panjang kemudian menghadirikan SDM yang berkualitas serta sarana dan prasarana penunjang olahraga.
Untuk itu sangatlah dibutuhkan sarana dan prasarana memadai serta memenuhi standarisasi, sehingga hal tersebut dapat mengelorahkan semangat masyarakat dalam berolahraga, itu akan berdampak baik bagi perkembangan olahraga prestasi di Maluku.
Sebab tak bisa di pungkiri lagi bahwa sarana dan prasaran olahraga menjadi tolak ukur dari kemajuan suatu daerah dalam bidang olahraga.
Namun hal tersebut mungkin hanyalah sebuah mimpi, karena sampai saat ini sarana dan prasarana olahraga Maluku sangatlah memprihatinkan.
“Saya contohkan stadion Mandala Karang Panjang,yang merupakan stadion satu-satunya di Maluku,tapi kita lihat bangunan tersebut hanya menjadi bangunan tua tempat burung bersarang serta muda-mudi bermadu kasih yang tak kunjung di renovasi,”ujar Tenine.
Ironisnya,sudah beberapa kali Menteri Pemuda dan Olahraga mulai dari Menteri Imam Nahrawi sampai dengan Zainudi Amali sudah turun mengunjungi dan melihat secara keseluruhan, namun stadion itu tak kunjung di renovasi.
“Ini tentu menjadi tanda tanya di benak kita apakah pemerintah ousat tidak peduli dengan Maluku? atau apakah memang oemerintah daerah Maluku tidak mampu melobi ke pemerintah pusat,”tanya Tenine.
Adapun,permasalah sarana prasarana olahraga di Maluku, berbanding terbalik dengan yang terjadi di Jakarta saat ini, setalah selesai membangun Jakarta Internasional Stadion (JIS) yang juga menguras APBN, dilanjutkan lagi dengan pembangunan Sirkuit Formula E,ini luar biasa.
Lalu apakah Maluku yang merupakan provinsi ke-8 yang melahirkan Republik Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan sarana prasarana olahraga,ataukah Maluku hanya anak tiri atau Pemda Maluku tak oandai melobi.
Skip to content





