Cegah Atlet-Atlet Maluku Perkuat Daerah Lain,Lewerissa: Pemerintah Daerah Harus Jamin Kesejahteraan Atlet

by -13 views

N25SPORT-Pemerintah daerah dan pengurus induk olahraga harus memberikan perhatian, apresiasi maupun penghargaan dalam bentuk kesejahteraan kepada atlet-atlet berprestasi,maka tentu atlet Maluku akan bangga dan termotivasi dan tidak ingin memperkuat daerah lain.

Hal ini dikatakan Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) Maluku, Hendrik Lewerissa disela-sela acara pembukaan Open Turnamen Karate Garuda Yaksa Championship III Tahun 2022 yang berlangsung di Sport Hall Karang Panjang,Kamis (24/3).

Lebih lanjut menurutnya Indonesia,bahkan dunia terbuka untuk orang melakukan aktivitas dan aktivitas manusia ini terbuka bagi siapa saja bisa menetap di mana saja,bisa sebagai atlet berpartisipasi dalam segala kegiatan termasuk kegiatan olahraga.

“Kalau ada orang Maluku yang kemudian mewakili daerah lain,ya suatu keniscayaan kita tidak bisa cegah.Kalau pemerintah mau supaya mereka bertanding mewakili Maluku.Dan saya percaya di hati yang paling dalam dari atlet-atlet asal Maluku ini, mereka ingin bertanding mewakili Maluku,”kata politisi Partai Gerindra ini.

Dikatakannya persoalan Kesejahteraan atlet memang tidak mudah,karena mereka misalnya bekerja di daerah yang mereka perkuat dalam berbagai turnamen atau sebagai PNS maupun sebagai karyawan swasta di daerah itu,lalu mereka terlibat atau berpartisipasi dalam program-program pemerintah daerah setempat.Dan mungkin saja secara manusiawi mereka merasa mungkin mendapat istilanya penghargaan,apresiasi,perhatian yang menurut mereka jauh lebih layak dibandingkan kalau mereka mewakili daerah sendiri.

“Nah apakah dengan demikian terus kita menyimpulkan mereka kurang mendapat perlakuan yang layak dari pemerintah Maluku tidak juga.Tetapi saya kira lebih tepat kalau bertanya kepada mereka.Saya yakin mereka pasti mempunyai jawaban,”ujar anggota DPR RI ini.

Namun, menurut Hendrik,untuk menghindari atlet-atlet Maluku ini hijrah ke daerah lain,tidak ada pilihan lain bagi pemerintah daerah,baik KONI, maupun pengurus-pengurus cabang olahraga,kecuali adalah memberikan perhatian,maupun apresiasi dalam bentuk penghargaan, bisa juga dalam bentuk kesejahteraan,kalau mau atlet berprestasi di usia produktif dan kalau adanya penerimaan CPNS pemerintah harus dorong mereka juga untuk menjadi PNS.

Kalau ada formasi-formasi lapangan pekerjaan terbuka di sektor swasta, kalau bisa pemerintah fasilitasi supaya mereka juga bisa bekerja sehingga mereka juga mempunyai nafkah.

Kecuali kalau olahraga telah menjadi pilihan hidup untuk memberi nafkah bagi mereka.Hari ini kan olahraga belum menjadi pilihan hidup untuk memberikan nafkah bagi mereka.Karena mereka harus juga masih bisa bertarung dengan hidup.

“Oleh karena itu menurut saya perhatian dan apresiasi yang pantas itu harus diberikan kalau tidak kita tidak bisa menyalakan mereka kalau mereka kemudian bertanding mewakili daerah yang lain,”tegasnya.

Adapun Open Turnamen Karate Garuda Yaksa Tahun 2022 ini, diikuti sebanyak 917 atlet Karate dari 35 kontingen yang berasal dari provinsi Maluku, Maluku Utara,Nusa Tenggara Timur,Papua dan Papua Barat.

Sementara untuk katagori Untuk pertandingan dilakukan pada kategori kata dan kumite, mulai dari kelas usia dini (8-9 tahun), pra pemula (10-11 tahun), pemula (12-13 tahun), cadet (14-15 tahun), junior (16-17 tahun), dan senior (kelahiran 1 Januari 2004 ke atas), serta dipimpin oleh 42 wasit berlisensi internasional dan nasional.

Kejuaraan karate turut dihadiri Ketua Pengprov FORKI Maluku, Hendrik Lewerissa, Ketua FORKI Kota Ambon, Agus Ririmasse, dan Perwakilan KONI Maluku, Yan Heumasse.

Reporter : Aris Wuarbanaran

Editor    : Redaksi