MalukuSport-Asprov PSSI Provinsi Maluku terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan sepakbola di Indonesia, khususnya di bumi raja-raja Maluku.
Dalam upayanya, Asprov PSSI Maluku melakukan kegiatan penyegaran wasit sepakbola dan futsal,yang bernaung di bawah PSSI Maluku.
Direktur Perwasitan Asprov PSSI Maluku,Berto Riupassa mengatakan, untuk penyegaran wasit kali ini Asprov PSSI Maluku targetkan bagi wasit sepakbola untuk level (lisensi) C3,C2 dan C1.Sementrea untuk Futsal dari level 3 sampai level 1.
“Pada penyegaran wasit kali ini,kita sediakan materi yakni lock the game yang terbaru,sedangkan psiko tes kita gunakan versi FIFA,” ungkap Riupassa kepada MalukuSport di Ambon,Jumat (14/10).
Lebih lanjut Riupassa mengatakan penyegaran wasit sepakbola dan futsal kali ini diikuti oleh 43 peserta,dimana 37 orang dari Kota Ambon,2 orang dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan 4 orang peserta dari Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Selain itu,penyegaran wasit sepakbola dan futsal ini juga diikuti oleh wasit perempuan.
“Selama ini kita di Maluku hanya memiliki kurang lebih 4 wasit perempuan yang sudah berlisensi.Namun yang aktif sampai saat ini hanya 2 orang.Yang dua lagi, satunya sudah keluar wilayah Maluku dan satunya sementara menjadi guru di Malteng (Tehoru),”ujar Riupassa.
Menurutnya,karena kendala diatas,sehingga aktivitas wasit untuk perempuan ini menjadi berkurang dan sampai saat ini belum dapat dihubungi.
“Saat ini kita prioritas untuk perempuan karena target kita minimal harus ada wasit perempuan dari Maluku yang ada di level nasional.Targetnya salah satu Srikandi kita yang kemarin bertugas di liga 3 yaitu Harmina Tuhuteru target kita dia harus mencapai level C1 agar bisa berkiprah di kanca nasional,”paparnya.
Selain itu,kata Riupassa,ada juga pada penyegaran wasit kali ini yaitu,wasit-wasit magang.Salah satunya masih berusia 14 tahun.Kebetulan dia merupakan putri dari salah satu wasit nasional yang bertugas di kompetisi tertinggi yakni bung Hany Jermias.
“Untuk wasit pria,wanita juga kita akan upayakan secara optimal agar bisa mencapai level tertinggi.Olehnya,kami ingin wasit-wasit kita bisa tetap konsisten menjaga kebugaran tetap terjaga,”jelasnya.
Adapun,dia mengakui,kompetisi sementara di hentikan, karena tragedi di Kanjuruhan.Bagi dia, kompetisi berhenti bukan untuk seterusnya,tetapi hanya sementara.
“Olehnya,kita tetap sama-sama optimis dan berdoa semoga cobaan ini berlalu dan ada izin untuk kembali di buka kompetisi.
Dan kebetulan kompetisi diliburkan kita gunakan waktu kosong ini sebelum kompetisi berjalan kita gunakan untuk penyegaran wasit,”terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Asprov PSSI Maluku,Martinus Manuputty mengatakan,kegiatan penyegaran wasit sepakbola dan futsal ini merupakan agenda PSSI pada bulan depan,namun sebenarnya agenda ini sudah berlangsung tanggal 9 Oktober kemarin.
Namun agenda seperti Liga 3 dan Piala Soeratin ini sementara ditunda akibat dari pada tragedi Kanjuruhan Malang beberapa waktu lalu.
“Olehnya kami gunakan momen ditundanya berbagai agenda PSSI ini untuk penyegaran wasit,yang mana mereka harus disiapkan untuk semua hal yang menyangkut dengan perwasitan,”papar Manuputty.
Selain itu,penyegaran wasit sepakbola dan futsal ini perlu dilakukan guna pihaknya sampaikan visi-misi yang dilakukan untuk wasit dan asisten wasit.Bahkan,peraturan-peraturan yang terbaru lock the game supaya mereka paham semua.
“Untuk itu,kami berharap semua wasit yang berada dibawa naungan PSSI Maluku mereka bisa menjaga kebugaran fisik mereka agar dalam memimpin pertandingan mereka selalu bisa dan siap untuk memimpin semua pertandingan baik sepak bola maupun Futsal,”pungkasnya.
Skip to content





